“Sekarang aku tahu kenapa sang raga ini masih aku kemas elok di sebalik ria
Dahulu aku cuba pelihara dengan harapan dapat mengubahnya
Namun aku yang rebah, rebah jua di tangan sang dewata
Maafkan hamba, hamba cumalah hamba
Hamba yang khilaf, hamba yang hina
Sekarang aku tahu kenapa sang raga ini masih aku kemas elok di sebalik ria
Kerna aku tahu, aku tidak pernah sempurna
Sebelum tersasar jauh, aku pilih untuk mengalah
Pergi dari kasih, lari dari indah
Biarlah
Allah maha bijak dalam mengatur kehidupan umatNya
Bila tiba masa pasti akan ada
Untuk aku, untuk dia, untuk kita
Yang sempurna”
I remember that I wrote this exactly two years ago. I’m trying to change, but it’s really hard for me to be wiser when you don’t have enough faith. It’s really hard to change when you’re surrounded by the environment that can bring you back to who you was before.
That wise lady, she has gone. Sigh :(